Archive for April, 2010


Ekspresi

Untuk mengisi malamku yang sunyi ini, saya ingin menulis tentang ungkapan uneg-uneg diri, atau mungkin ekspresi. Tiap individu mempunyai caranya masing-masing untuk mengekspresikan suara hatinya ataupun uneg-uneg nya. Ada yang diekspresikan lewat lagu, ada juga yang mengekspresikannya dalam bentuk kata-kata indah dalam puisi, dan ada juga yang mengeksperikannya lewat coretan gambar.

Saya adalah tipe orang ke-3, yang mengekspresikan gundah hati lewat gambar, lukisan tanpa makna.

setahun yang lalu coretan ini terukir

sedang bingung aja dulu…

Itulah manusia, Alloh menciptakan mereka berbeda satu sama lain, juga dalam mengekspresikan suasana hati mereka. Perbedaan yang menguatkan kita. ok

sekian dulu catatan saya, salam hangat sealu.

Iklan

Pagi ini, seperti hari-hari yang lalu aku bersiap berangkat kuliah.  Kebetulan juga hari ini adalah hari ke-2 pelaksanaan UTS. Sebelum berangkat, aku harus sarapan makan yang bergizi dulu dong. Kan nantinya Otak kecil saya ini akan berfikir keras unuk menjawab soal-soal yang “membosankan”.

Ini dia menu pagi saya

kira-kira dengan menu seperti ini mampu ndak ya Otak kosong saya menyelesaikan semua soal yang “membosankan” tadi

Semuanya saya serahkan kepada Sang pemilik Nafasku. Sebagai hamba, saya hanya mencoba dan dalam proses melaksanakan kewajiban sebagi hamba.

Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)

Namun saya terkadang berbicara pada diri saya sendiri, benarkah alasan saya dalam menuntut ilmu ini? benarkah Niat saya dalam menuntut ilmu ini?

Karena yang saya tau, selama ini saya hanya seorang hamba yang terlalu mengejar dunia semata. dan terlampau banyak Hijab yang menghalangi antara saya, dan DIA.  Apalagi saya hanya Hamba yang belum mencapai tahapan Ikhlas semata karena DIA.

Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga. (HR. Muslim).

Syorga.itulah imbalan yang diberikan DIA pada kita. Kalau saya hanya mencari Syorga, sugguh malunya diriku di hadapanNya di hari bankit kelak. Tapi saya juga hanya seorang manusia yang tak akan pernah bisa sempurna. Kalaupun niat itu ada dalam diri saya, saya akan belajar untuk melepaskannya jauh dari saya. dan belajar menjadi Hamba yang seutuhnya ikhlas.

dan saya tak akan pernah ingin menjadi hamba seperti yang ada di hadits ini:

Na’udzubiLLAH.

Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sudah sudah. cukup sedikit dulu catatan berdebu untuk koreksi diri saya..

Kembali ke Laptop..(UTS).

Alhamdulillah…UTS berjalan mulus. Meskipun saya tidak begitu yakin benar tidaknya.. 🙂

Karena orientasi saya bukan pada hasil, saya lebih memfokuskan pada Proses. Seusai UTS Mat.Kul pertama, seperti biasa saya bercengkrama, ngobrol, dan bercanda dengan teman-teman.

ada yang lagi baca-baca, dan asal nampang aja…:-)

eh,ada yang lagi kencan…..

eeee…ada yang nglamun

maaf kalau foto saya tidak Nongol di situ. Karena saya kan juga berobsesi jadi seorang fotografer lepas. 🙂

sekian dulu catatan berdebu saya…

yang bisa saya ambil dalam perjalanan saya hari ini adalah,

Sepiring nasi untuk Kebahagiaan yang abadi di sisihNya. asalakan dilakukan dengan ikhlas.

Itulah nikmatnya sepiring nasi di pagi hari…..








Teman dan Kesehatan

Sebelumnya””

mempunyai 1 orang musuh itu terlalu banyak,
tapi mempunyai 1000 teman itu terlampau sedikit(kurang).

Tapi ku tak akan berbicara tentang hal di atas.Ini tentang arti seorang,teman. Dan begitu berartinya teman.

4 tahun yang lalu,virman(saya) hanyalah seorang remaja yang biasa. Sama seperti remaja SMA lainnya. Tapi ia hanya murid pindahan dari SMA lain. Sehingga hari pertama saat ia menginjakkan kaki kotornya itu di atas tanah Sekolahan berdebu itu, puluhan pasang mata menghujaninya dengan tatapan aneh.

Namun sebagai siswa baru, ia juga wajar-wajar saja sebagai makhluk yang holistik, ia berkenalan dengan salah seorang siswa yang tengah duduk di depan kelas. Tapi apa yang ia dapat??Sambutan yang panas,tak juga hangat. .
Biarlah. . .

Fast forward. ->

seiring berjalannya waktu,pandangan miris dan sikap kurang hangat dari mereka telah hilang. Itulah awal seorang teman. Mungkin awalnya pahit, tapi seiring waktu mereka akan berubah.

Fast forward lagi . . ->

suka duka masa SMA terlewati bersama. Saat itu,virman hanya menganggap teman, ya hanya sekedar TEMAN saja. Ia belum mengerti makna teman. Pendidikan Sma pun berakhir,. .Ia pun berpisah dengan teman SMAnya.

Fast forward kok terus. . .->

setahun setelah perpisahan itu,ia pun melanjutkan pendidikannya ke salah satu Akper. Karena ia sudah bosan menjadi Pengacara,alias pengangguran banyak acara. .Ha ha ha. .
Di situlah ia mulai merindukan kawan SMA nya. Untuk menghubungi pun sulit. Nomer hp mereka tidak aktif lagi. Akhirnya ia mengerti arti sebuah teman..Teman itu layaknya Kesehatan. Saat dekat,ia tak terasa terlalu berharga. Ia akan terasa sangat amat berharga,tatkala ia tak ada.

“untuk ke depan, hargailah teman. Meskipun terkadang mereka menjengkelkan. Karena kita tak luput juga dari bantuan teman”.

++
untuk semua temanku di 3b Ipa. .I Miss u All. . .
++

Malam minggu ku masih sendiri. Pacar lagi sakit, semoga cepat sembuh. Tapi biarlah aku sendiri, maya masih menemaniku. Pergilah daku ke dunia Maya..

Tanpa sengaja aku nemuin foto yang, dibilang porno ndak bikin horny, dibilang ngeres juga bukan…

cek aja nih…

pantat

nah…bagaimana pendapat kalian ???

Horny ndak??awas buat yang nafsu…..Nyebooot.

Setelah dilakukan olah TKP  tentang mengapa mister X ini (maaf) mencium PANTATnya sendiri, tim forensik mengatakan bahwa cincin kawinnya tertelan, dan ia mencoba mengambilnya lewat jalan belakang. Percaya tidak percaya memang cerita ini tak untuk dipercaya…

ha ha ha

salam hangat…

Dahulu waktu aku masih kecil di sekolah dasar tolak ukur sebuah kepandaian adalah mampu menjawab pertanyaan. siapa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar menjadi ukuran dia yang paing pandai.

Namun saat menginjak dewasa ukuran sebuah kepandaian sudah berubah. dari menjawab pertanyaan menjadi Memberi pertanyaan. itu ukuran daam perguruan tinggi.

Tapi sebentar agi UTS, dan di sini aku disuguhi pertanyaan-pertanyaan yang membsankan. wah…kalau kembai menjawab pertanyaan gini, jadi ingat masa SD dong….ha ha ha….

bercanda deh…sebenarnya pandai itu relatif lah. semua rang tak ada yang sempurna. satu pandai di bidang ini, tapi di bidang ain ia emah. begitulah Adinya Tuhan..

tapi kalau buatku pandai itu ga begitu penting sih, ya penting juga seh…tapi ku lebih memilih menjadi KREATIF daripada menjadi pandai.

wassalam,,,,